Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Workshop Revitalisasi SMK tahun 2019 pada tanggal 4 sd 6 September 2019 di Hotel Batu Suli Internasional Palangkaraya yang bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu dan relevansi pendidikan serta tata kelola SMK. Selain itu pula untuk meningkatkan daya saing dan kualitas SDM di Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana Kasi Sarana dan Prasarana SMK Dr.Amelia Henisaputri, SE. M. PD menyampaikan harapan yang ingin dicapai selain acara terlaksanakan dengan baik juga terwujudnya akses mutu dan relevansi SMK dan Link and Match antara pembangunan Industri, Analisis kebutuhan tenaga kerja serta penyiapan tenaga kerja oleh lembaga pendidikan Vokasi.

Dr. H. Selamet Winarto, M. Si selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan sambutan pembukaan  bahwa Revitalisasi pendidikan Vokasi diperlukan dan selanjutnya akan digunakan untuk merumuskan kecakapan apa yang diperlukan diberikan untuk memberi jawaban terhadap revolusi industry 4.0 yang bertumpu pada cyber physical system yang akan mengubah secara radikal cara manusia berkehidupan, bekerja dan berkomunikasi.

Selama tiga hari efektif peserta Workshop yang terdiri dari Kepala SMK Negeri di Provinsi Kalimantan Tengah akan menyusun Baseline Revitalisasi SMK untuk Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2020 dengan dipandu beberapa Nara sumber dari Direktorat Pembinaan SMK, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kalimantan Tengah.

 WhatsApp Image 2019 08 29 at 09.08.50

Dinas Pendidikan  Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Evaluasi program Tata Kelola SMK untuk seluruh SMK di Provinsi Kalimantan Tengah. Ada 2 nara sumber dari Direktorat Pembinaan SMK yang dihadirkan yang menangani aplikasi Takola yaitu Bapak Robi Cahyadi dan Ibu Mila.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mensinergikan visi dan misi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terhadap input, proses, output dan outcome dari program Tata Kelola yang menitik beratkan pada penyaluran bantuan sarana dan prasarana pada jenjang SMK. Karena menurut laporan Kasi Sarana dan Prasarana SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Ibu Dr. Amelia Heni Saputri, SE, M. Pd, masih ada beberapa SMK di Provinsi Kalimantan Tengah masih belum menyelesaikan Laporan bantuan yang diterima. Beliau mengingatkan kepada seluruh Kepala SMK untuk menyelesaikan Laporan tersebut baik secara langsung kepada kepala sekolah yang hadir maupun melalui ketua MKKS masing-masing Kabupaten.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dalam sambutannya menekankan agar seluruh komponen sekolah yang dimanajeri oleh Kepala Sekolah untuk dapat bersinergi dalam menyukseskan Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Dalam Tata Kelola, beliau menambahkan terhadap Bantuan Pemerintah yang sudah diterima jangan lupa untuk menggunakannya dengan baik dan semaksimal munkin tentunya dengan tetap berpegang pada Petunjuk Oprasional Standar masing-masing alat tersebut, agar siswa-siswi SMK menjadi cakap dan trampil. Beliau juga mengingatkan untuk tidak lupa untuk menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada pemberi bantuan baik Direktorat Pembinaan SMK maupun Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dengan menguploadnya pada Aplikasi Takola di link http://takola.ditpsmk.net/ atau http://psmk.kemdikbud.go.id/takola.

Dalam hal pengajuan program bantuan melalui Program Takola maka masing sekolah melalui operator dan bagian sarana prasarana untuk dapat rutin mengupdate data sarprasnya di Aplikasi Takola yang diawasi dan divalidasi oleh kepala Sekolah.

Selain Evaluasi Program Tata Kelola juga sosialisasi E-RKAS, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik dan diwajibkan semua sekolah menerapkannya demi terwujudnya transparansi dan akuntabel  pengelolaan pembiayaan pendidikan.

Kepala sekolah dalam hal pengelolaan pembiayaan pendidikan diharapkan berpegang teguh kepada peraturan-peraturan yang berlaku, agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam implementasinya dilapangan. Terkait dengan pungutan sumbangan dana pendidikan sebagaimana surat edaran yang sudah dikeluarkan maka diharapkan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. Sedangkan optimalisasi Komite Sekolah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengharapakan dapat membantu dan menjembatani kebutuhan-kebutuhan sekolah dari sumber-sumber pihak ketiga dengan berdasarkan RENSTRA dan RKAS yang telah disepakati.

Senada dengan sambutan dan arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, dua nara sumber juga lebih menjelaskan bagaimana tata cara pengajuan, validasi usulan bantuan melalui Takola dan juga menjawab beberpa pertanyaan peserta pada forum diskusi.

Dengan kegiatan ini para peserta lebih dapat memahami alur kerja Takola, dan harapn kedepan setiap sekolah dapat memaksimalkan aplikasi ini sehingga penghematan waktu, biaya dan transparansi pengajuan bantuan sarana prasana dapat terwujud.

 

Senin 25 Maret 2019 adalah hari pertama pelaksanaan UNBK secara nasional bagi jenjang SMK. SMK Negeri 2 Tamiang Layang yang pada tahun 2019 ini adalah tahun ke 3 dalam pelakasanaan UNBK juga telah bersiap mengantarkan siswa-siswinya dalam menempuh Ujian Nasional Berbasis Komputer ini.

Dalam pelaksanaannya SMK Negeri 2 Tamiang Layang bekerjasama dengan Komite Sekolah, Orang Tua Siswa dan SMP Negeri 1 Tamiang Layang dalam penyiapan dan penyedian peralatan UNBK terutama komputer Client, sehingga pada tahun ini SMK Negeri 2 Tamiang Layang melaksankan UNBK sebanyak 2 sesi dalam setiap harinya dengan jumlah ruang adalah 3 ruang laboratorium komputer yang masing-masing ruang mempunyai daya tampung sebanyak 30 unit klient/ siswa.

UP

Peserta UNBK pada tahun ini sebanyak 172 siswa yang terdiri dari 99 siswa dari prodi Bisnis dan Manajmen, 16 siswa Prodi Tata Busana, 19 siswa prodi Teknik Bangunan dan 38 siswa prodi Teknik Komouter dan Jaringan, sementara sekolah yang menumpang adalah sebanyak 14 siswa dari SMK Bethel Matarah dengan prodi Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura. sehingga total semua peserta adalah 186 siswa.

Dari pelaksanaan hari pertama sampai dengan berita ini ditulis pada hari ke 4 sesi I, pelaksanaan UNBK relatif berjalan dengan lancar dan aman semua peserta hadir sesuai jumlah dan sesi yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksanaan dengan pengawasan ruang secara silang dari SMK Negeri 1 Taminag Layang sebanyak 2 Pengawas dan dari SMK Jajaka Bartim sebnayak 1 orang serta di hadiri dan dipantau oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Pengawas Pembina SMK Negeri 2 Tamiang Layang.

Agenda berikutnya yang menggunakan fasilitas yang sama adalah UASBN-BK yang akan di laksanakan pada tanggal 6, 9, 10, 11, 12, 13, 18, 19, dan 20 April 2019 selanjutnya adalah UNBK SMP yang dilaksankan pada tanggal 22, 23, 24, 25 April 2019 yang dalam hal ini adalah SMP Negeri 1 Tamiang Layang dengan jumlah peserta 176 yang akan dilaksankan dalam 2 sesi per hari.

Muhadjir Fokus
GTK – 
Kebijakan zonasi yang diterapkan sejak tahun 2016 menjadi pendekatan baru yang dipilih  pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.


Kebijakan zonasi tidak hanya digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, namun juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan. Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas sarana-prasarana. Semuanya nanti akan ditangani berbasis zonasi.

Jika menilik majalah Tempo bertarikh 22-28 Juli 2019 terdapat wawancara dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Berikut petikan wawancara dari majalah tersebut diwartakan sebagai pengayaan informasi tentang kebijakan zonasi.



Apakah tujuan kebijakan ini sudah tercapai?

Tujuan utama kebijakan ini adalah menjadi landasan kami dalam melakukan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Belum seratus persen, tapi sudah mengarah ke sana. Jadi PPDB jalur zonasi adalah langkah pertama untuk pemerataan yang berkualitas. Selanjutnya kami segera memulai redistribusi guru dan pemerataan sarana-prasarana secara bertahap. Ini semua untuk mengatasi isu yang cukup krusial dan sudah lama berlangsung, yakni “kastanisasi” sekolah negeri. Itu bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan sosial.

Kapan redistribusi guru dimulai?

Tahun ini. Kami sudah merancangnya. Setelah PPDB selesai, kami segera bergerak untuk itu.

Berapa banyak?

Kami akan melihat tingkat disparitas di setiap zona. Mungkin sepertiga dari jumlah guru harus dirotasi, mungkin juga hanya seperempat.

Apa saja pertimbangan untuk merotasi guru?

Pertama, kualitas guru. Kedua, status guru, pegawai negeri sipil atau honorer. Jadi tidak boleh ada lagi sekolah yang isinya guru honorer semua.

Ada anggapan bahwa sekolah menjadi favorit bukan karena kinerja gurunya, melainkan berkat kualitas murid-muridnya yang memang tinggi…

Itulah masalahnya. Kami menjadi kesulitan mengetahui apakah prestasi yang dicapai suatu sekolah itu karena kinerja gurunya atau input-nya memang sudah bagus. Ada guru sekolah favorit mengaku, ditinggal tidur pun anak-anaknya sudah pintar, ha-ha-ha….

Pandangan seperti itu bisa berubah lewat sistem zonasi?

Saya pernah berkunjung ke sebuah sekolah favorit di Riau. Dulu nilai ujian nasional paling rendah yang diterima di sekolah itu 9,3. Sekarang, dengan PPDB jalur zonasi, nilai paling rendah yang diterima 3,6, ha-ha-ha….Maka gurunya bilang,”Wah, sekarang kami harus kerja keras, Pak.” Memang seharusnya seperti itu. Tapi, menurut saya, rata-rata guru memahami kebijakan ini. Bahkan beberapa guru justru merasa tertantang dan ingin membuktikan sekolahnya berprestasi berkat kinerja mereka.

Artinya saat ini sudah tidak ada lagi sekolah dengan status favorit?

Ya, sebetulnya tidak ada lagi sekolah favorit dilihat dari input-nya. Tidak ada lagi sekolah yang isinya anak pintar semua. Nah, tinggal gurunya yang mesti dirotasi. Itu dilakukan negara-negara penganut sistem ini, seperti Jepang. Di sana rotasi guru maksimal empat tahun.

Di Indonesia bagaimana?

Tidak terbatas. Ada yang sejak bekerja sampai meninggal tidak dirotasi. Itu memang tidak ada aturannya. Karena itu, sekarang kami atur.

Seperti apa mekanismenya?

Rotasi dalam satu zona supaya tidak terjadi reaksi keras. Kalau di dalam zona kan masih di sekitar tempat tinggalnya. Paling jauh mungkin sekitar 2 kilometer. Jadi masih terakses.

Sumber https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/rotasi-guru-untuk-pemerataan-pendidikan-yang-berkualitas

Sudah menjadi agenda rutin pada setiap tahun pembelajarannya untuk kelas XII SMK Negeri 2 Tamiang Layang memiliki agenda kegiatan penting pada semester 6 (genap). Begitu pula pada tahun pembelajaran 2018-2019. Kegiatan-kegiatan penting tersebut telah dimasukkan kedalam Akademik pada setiap tahun pembelajarannya yaitu sebagaimana tersebut pada tabel dibawah ini:

 No Uraian Kegiatan   Tanggal Pelaksanaan  Keterangan
 1  Pengayaan Januari s.d Maret 2019  setiap hari selasa, kamis dan jum`at 
 2 Simulasi UNBK I, II dan Gladi Bersih  11 s.d 12 Des 2018, 4 s.d 5 Maret 2019 
 3 Ujian Ahir Sekolah Praktik  16 sd 23 Maret 2019  B. Indo, B. Ing, Seni, PJOK, KWU 
 4 Ujian Ahir Nasional Berbasis Komputer  25 s.d 28 Maret 2019  B. Indo, MTK, B. Ing, Teori Kejuruan 
 5 Uji Kompetensi Kejuruan Praktik   1 s.d 6 April 2019 Teknik Bangunan akan dilaksanakan oleh Balai Jasa Kontruksi Wil. V Kalimantan 
 6  Ujian Ahir Sekolah Teori Berbasis Komputer  9 s.d 22 April 2019  

 

JADWAL UJIAN SEKOLAH PRAKTIK

 NO  Hari, Tanggal dan Waktu    Kelas dan Mata Pelajaran     
  XII TGB   XII TKBB  XII TKJ 1  XII TKJ 2  XII TTB XII APK 1  XII APK 2 XII AKN 1  XII AKN 2
 1  Sabtu, 16 Maret 2019,  Jam 06.30 - 14.00 WIB  B.INDO  B.INDO  B.INDO  B.ING B.ING B.ING SEBUD  SEBUD SEBUD 
 2  Senin, 18 Maret 2019,  Jam 06.30 - 14.00 WIB  PJOK PJOK  PJOK   KWU KWU KWU B.INDO  B.INDO B.INDO 
 3  Selasa, 19 Maret 2019,  Jam 06.30 - 14.00 WIB  B.ING  B.ING  B.ING  SEBUD SEBUD SEBUD PJOK   PJOK  PJOK  
 4  Rabu, 20 Maret 2019,  Jam 06.30 - 14.00 WIB  KWU  KWU  KWU B.INDO  B.INDO B.INDO   B.ING  B.ING   B.ING
 5  Kamis, 21 Maret 2019,  Jam 06.30 - 14.00 WIB  SEBUD SEBUD  SEBUD   PJOK  PJOK  PJOK  KWU  KWU KWU 

 

JADWAL UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER

unbk smk 2019

JADWAL UJIAN AHIR SEKOLAH BERBASIS KOMPUTER

 jadwal usbn

Pada pelaksanaan rangkaian ujian ahir berbasis komputer SMK Negeri 2 Tamiang melaksanakannya dengan 2 sesi dengan jumlah peserta 172 siswa SMK Negeri 2 Tamiang Layang dan 14 siswa SMK Bethel Matarah yang menggabung pelaksanaan di SMK Negeri 2 Tamiang Layang. Sedangkan fasilitas laboratorium komputer yang digunakan sebanyak 3 ruang laboratorium komputer dengan masing-masing jumlah komputer client adalah 30 unit.

Pihak SMK Negeri 2 Tamiang Layang mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta menyukseskan kegiatan ini. Semoga kualitas pendidikan di Kabupaten Barito Timur khususnya dan Kalimantan Tengah umumnya dapat semakin meningkat dan berintegritas.

Halaman 1 dari 3

Hak Cipta © 2019 SMKN 2 Tamiang Layang Kab. Barito Timur - Prov. Kalimantan Tengah